Sampai saat ini belum ada cerita resmi yang benar-benar valid mengenai sejarah Pulau Tidung. tapi setidaknya berikut akan disampaikan cerita yang setidaknya ada di masyarakat.
Berdasarkan pengakuan penduduk Pulau Tidung,Tidung berasal dari kata Tedung dalam Bahasa Bugis yang berarti Tidur atau tempat berlindung. Hal ini sesuai fungsi Pulau Tidung dahulu kala sebagai tempat beristirahat para Nelayan.
Kira-kira sekitar tahun 2011 masyarak Pulau Tidung heboh dengan
adanya kunjungan dari Suku Tidung Kalimantan. Dapat dipastikan bahwa kedatangan suku Tidung ini tidak lepas dari semakin gencarnya berita tentang Pulau Tidung dii dunia maya sebagai alternatif wisata bahari.
Al kisah seorang raja bernama raja Pandita membangkang terhadap pemerintahan kolonial kala itu di Kalimantan. Diasingkanlah raja tersebut, hingga ia sampai di Pulau ini. Di Pulau ini dia dikenal dengan nama Pangeran Kaca. Warga yang kehilangan rajanya, dan demi mendengar tentang adanya suatu pulau bernama Pulau Tidung, mereka merasa memiliki keterkaitan. Setelah diusut, ternyata memang benar di Pulau Tidung dulu ada leluhur bernama Kaca, dan diakui penduduk suku Tidung bahwa kaca adalah nama kecil dari Raja Pandita.
Sebagai akhir dari cerita pencarian, digalilah kuburan yang disinyalir sebagai kuburan Raja Pandita/Pangran Kaca, dan dipindahkan ke tempat yang lebih layak (TPU Pulau Tidung). Akhirnya pemerintah menetapkan kuburan tersebut sebagai cagar budaya.
Naah..begitulah sepenggal sejarahnya..
Mungkin lain waktu dilengkapi dengan foto-foto.