Sampai saat ini belum ada cerita resmi yang benar-benar valid mengenai sejarah Pulau Tidung. tapi setidaknya berikut akan disampaikan cerita yang setidaknya ada di masyarakat.
Berdasarkan pengakuan penduduk Pulau Tidung,Tidung berasal dari kata Tedung dalam Bahasa Bugis yang berarti Tidur atau tempat berlindung. Hal ini sesuai fungsi Pulau Tidung dahulu kala sebagai tempat beristirahat para Nelayan.
Kira-kira sekitar tahun 2011 masyarak Pulau Tidung heboh dengan
adanya kunjungan dari Suku Tidung Kalimantan. Dapat dipastikan bahwa kedatangan suku Tidung ini tidak lepas dari semakin gencarnya berita tentang Pulau Tidung dii dunia maya sebagai alternatif wisata bahari.
Al kisah seorang raja bernama raja Pandita membangkang terhadap pemerintahan kolonial kala itu di Kalimantan. Diasingkanlah raja tersebut, hingga ia sampai di Pulau ini. Di Pulau ini dia dikenal dengan nama Pangeran Kaca. Warga yang kehilangan rajanya, dan demi mendengar tentang adanya suatu pulau bernama Pulau Tidung, mereka merasa memiliki keterkaitan. Setelah diusut, ternyata memang benar di Pulau Tidung dulu ada leluhur bernama Kaca, dan diakui penduduk suku Tidung bahwa kaca adalah nama kecil dari Raja Pandita.
Sebagai akhir dari cerita pencarian, digalilah kuburan yang disinyalir sebagai kuburan Raja Pandita/Pangran Kaca, dan dipindahkan ke tempat yang lebih layak (TPU Pulau Tidung). Akhirnya pemerintah menetapkan kuburan tersebut sebagai cagar budaya.
Naah..begitulah sepenggal sejarahnya..
Mungkin lain waktu dilengkapi dengan foto-foto.
me and around
Sunday, June 2, 2013
Friday, May 31, 2013
Pengantar ke Tidung
Sejak menikah dan punya anak dunia mulai berubah. Fokus hidup berubah terarah. Awalnya senang jalan, sekarang senang bermain sama anak. waktu ke salon hampir tidak ada. Waktu berbelanja hanya belanja bulanan aja. Lengkapnya sekarang sudah menjadi golongan ibu-ibu berseragam daster. hahah
Di posting-an sebelumnya aku bilang aku suka pantai dan kebetulan suami orang pantai. Tapi sejak kesibukan rutin dan peran baru ini, membuatku jarang lagi ke pantai. Terakhir ke sana waktu Charel masih usia 2 bulan lebih, karena waktu itu aku masih cuti melahirkan. Jadi masih punya banyak waktu untuk kesana kemari.
Oh ya, satu-satunya pantai yang sering kami kunjungi adalah Pantai Pulau Tidung. Pulau yang saat ini ibarat tambang emas buat para pengelola travel. Sejak Pulau Tidung mulai dikunjungi wisatawan (sekitar tahun 2009) dan perintis travel baru muncul (my husband is the pioneer; I think), Pulau Tidung menjadi buah bibir dan banyak orang yang akhirnya penasaran. Sehingga bagi mereka yang berpikir untuk menghasilkan uang mulai meniru langkah mereka yang telah berhasil membentuk travel. Alhasil...kalau search kata kunci "pulau tidung" di google bermuncullanlah situs-situs pengelola travel yang tak terhitung lagi jumlahnya ..OMG.
Buat kami sebagai pioneer travel ke Tidung ini tentu saja bisa bermakna postif dan negatif. Negatifnya adalah menambah saingan, dan membuat persaingan harga tidak terkendali. Positifnya, untuk penduduk pulau sendiri menambah pendapatan dan sirkulasi uang di pulau tidung menjadi lebih cepat.
Ok...tapi aku tidak ingin mengulas tentang travel di posting-an yang sekarang (maybe in my another post). Karena aku sudah tidak sabar pengen ngasih tau (deskripsi-in) tentang Pulau Tidung itu sendiri. So, in my next post I will try to tell You bout The History, and any unique thing in my Tidung Island.... C U Then.
Sunday, May 26, 2013
Selamat datang di blog Chareliani. Blog ini akan berisi kisah pribadi dan mostly mengupas Pulau Tidung
Hihihii. Aku sengaja meng-upload foto anakku di awal posting-an ini. Soalnya bagi ibu-ibu yang baru punya anak sepertiku, isi kepalanya hanya anak, anak, dan anak. Melihat senyum anak, siapapun pasti akan merasa senang, segala cape hilang.
Ok, sebelum bicara lebih lanjut sebaiknya kenalan dulu ya. Nama Yuli, ibu satu anak bernama Charel, istri dari Iman Cahyadi. Pekerjaan, ibu rumah tangga, kerja sampingan karyawati Bank swasta.
Anakku lahir 16 Agustus 2012/27 Ramadhan 1416 H. Seneeeng deh rasanya akhirnya aku berhasil melahirkan seorang anak lelaki yang lucu dengan selamat sentosa ke dunia ini. Meskipun dengan perjuangan harus keluar air ketuban dan lewat tengah malam jalan ke rumah sakit pake daster doang.
sekarang anakku sudah 9 bulan. Udah pengen jalan "dititah-titah", makannya banyak. alhamdulillah sehat wal afiat. Semoga seterusnya sehat, ceria, pinter, dan sholeh. Aamiiiin Aamiiiin.
Ok, sebelum bicara lebih lanjut sebaiknya kenalan dulu ya. Nama Yuli, ibu satu anak bernama Charel, istri dari Iman Cahyadi. Pekerjaan, ibu rumah tangga, kerja sampingan karyawati Bank swasta.
Anakku lahir 16 Agustus 2012/27 Ramadhan 1416 H. Seneeeng deh rasanya akhirnya aku berhasil melahirkan seorang anak lelaki yang lucu dengan selamat sentosa ke dunia ini. Meskipun dengan perjuangan harus keluar air ketuban dan lewat tengah malam jalan ke rumah sakit pake daster doang.
sekarang anakku sudah 9 bulan. Udah pengen jalan "dititah-titah", makannya banyak. alhamdulillah sehat wal afiat. Semoga seterusnya sehat, ceria, pinter, dan sholeh. Aamiiiin Aamiiiin.
Subscribe to:
Posts (Atom)
