Friday, May 31, 2013

Pengantar ke Tidung


Sejak menikah dan punya anak dunia mulai berubah. Fokus hidup berubah terarah. Awalnya senang jalan, sekarang senang bermain sama anak. waktu ke salon hampir tidak ada. Waktu berbelanja hanya belanja bulanan aja. Lengkapnya sekarang sudah menjadi golongan ibu-ibu berseragam daster. hahah

Di posting-an sebelumnya aku bilang aku suka pantai dan kebetulan suami orang pantai. Tapi sejak kesibukan rutin dan peran baru ini, membuatku jarang lagi  ke pantai. Terakhir ke sana waktu Charel masih usia 2 bulan lebih, karena waktu itu aku masih cuti melahirkan. Jadi masih punya banyak waktu untuk kesana kemari.

Oh ya, satu-satunya pantai yang sering kami kunjungi adalah Pantai Pulau Tidung. Pulau yang saat ini ibarat tambang emas buat para pengelola travel. Sejak Pulau Tidung mulai dikunjungi wisatawan (sekitar tahun 2009) dan perintis travel baru muncul (my husband is the pioneer; I think), Pulau Tidung menjadi buah bibir dan banyak orang yang akhirnya penasaran. Sehingga bagi mereka yang berpikir untuk menghasilkan uang mulai meniru langkah mereka yang telah berhasil membentuk travel. Alhasil...kalau search kata kunci "pulau tidung" di google bermuncullanlah situs-situs pengelola travel yang tak terhitung lagi jumlahnya ..OMG.

Buat kami sebagai pioneer travel ke Tidung ini tentu saja bisa bermakna postif dan negatif. Negatifnya adalah menambah saingan, dan membuat persaingan harga tidak terkendali. Positifnya, untuk penduduk pulau sendiri menambah pendapatan dan sirkulasi uang di pulau tidung menjadi lebih cepat.

Ok...tapi aku tidak ingin mengulas tentang travel di posting-an yang sekarang (maybe in my another post). Karena aku sudah tidak sabar pengen ngasih tau (deskripsi-in) tentang Pulau Tidung itu sendiri. So, in my next post I will try to tell You bout The History, and any unique thing in my Tidung Island.... C U Then.


No comments:

Post a Comment